-->

Festival Kembang Api di Jepang (Festival Hanabi)


Festival Hanabi
      Musim panas adalah musimnya festival besar-besaran di Jepang. Didukung dengan cuaca cerah dan libur panjang, musim ini menjadi musim yang paling ‘hidup’. Tank top dan celana super pendek pun menjadi favorit, maklum panas. Malam hari yukata (kimono musim panas) lengkap dengan uchiwa (kipas) dan geta (sandal kayu) adalah busana yang tepat untuk pergi ke festival (natsu matsuri) di Kuil.
       Festival ini diramaikan dengan pedagang-pedagang yang berderet di sepanjang jalan yang diterangi ratusan chuochin (lampion). Para pedagang tersebut menjual berbagai macam mainan, omen (topeng), furin (klintingan), penganan seperti wataame (permen kapas) dan kakigori (es serut) atau makanan semacam takayoki (gurita bakar), yakitori (sate ayam), okonomiyaki (sejenis martabak telur yang diisi sesuka kita), yakitomorokoshi (jagung bakar), dll. Selain itu, festival juga diramaikan dengan berbagai permainan tradisional. Di antaranya, yang paling popular adalah kingyo sukui (menangkap ikan mas). Namun, musim panas tisak terasa lengkap tanpa adanya hanabi taikai (festival kembang api).
       Hanabi taikai adalah pamandangan yang khas ketika malam hari di musim panas. Tiap tahjun, antara bulan Juli dan Agustus, festival hanabi diselenggarakan di tiap-tiap daerah di seluruh Jepang.
Related image
      Contohnya seperti di Sumidagawa atau sungai Sumida. Seperti dikutip dari Wikipedia, Festival kembang api ini pertama kali diselenggarakan pada 9 Juli 1733 (kalender lama) sebagai festival sungai Ryōgoku (Ryōgoku Kawabiraki) pada masa pemerintahan Shogun Tokugawa Yoshimune dari Keshogunan Edo. Festival tersebut sekaligus diadakan sebagai Festival Suijin untuk mendoakan penduduk yang meninggal akibat epidemi kolera dan kelaparan besar tahun 1732 .

Selain Sumidagawa, Hanabi Matsuri yang juga terkenal di Jepang antara lain Nagaoka, Tsuchiura, Tenjin, Miyajima, dan pain-lain.

      Hanabi Matsuri biasanya diadakan di tepi sungai karena cahaya dari kembang api akan lebih indah bila ber refleksi dengan air. Puluhan ribu kembang api diluncurkan ke langit untuk festival yang berlangsung selama satu jam, bahkan lebih. Festival ini didatangi oleh semua kalangan masyarakat, mulai dari anak kecil, para remaja, bahkan orang tua. Yang menjadi ciri khas dari Hanabi Matsuri ini salah satunya adalah para pengunjung yang menggunakan Yukata, khususnya kaum wanita.
Selain hanya menikmati keindahan kembang api, terdapat banyak hiburan dan juga banyak penjual pernak-pernik, makanan dan lain sebagainya yang berjualan di sekitar tempat diadakannya Hanabi Matsuri.

Sumber Gambar : [1] [2]

Oke gaes, kali ini sekian dulu yang bisa saya bagikan kurang lebihnya mohon maaf. Dan sampai jumpa dilain kesempatan!

Sebaik-baiknya Manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Disqus Comments